RTIK Bersama Ika Darma Ayu UIN Bandung, Gelar Seminar Wujudkan Literasi Digital

RTIK Bersama Ika Darma Ayu UIN Bandung, Gelar Seminar Wujudkan Literasi Digital

Indramayu | mitrapolisi.com – Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kabupaten Indramayu bersama dengan Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu (IKA DARMA AYU) Komisariat UIN Sunan Gunung Djati menggelar kegiatan seminar Peningkatan Mutu Desa dengan Pemajuan Media dan Teknologi Berbasis Cyber sebagai upaya peningkatan literasi digital di desa.

Bertempat di Balai Desa Drunten Kulon, Jumat (25/8/2023), seminar yang merupakan bagian dari program kerja Kemah Bakti Mahasiswa (KBM) XXIX tersebut diikuti oleh puluhan siswa SD serta orang tua siswa.

Tampak peserta seminar antusias menyimak paparan yang disampaikan RTIK terkait dengan budaya bermedia digital yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tips dan trik menjaga keamanan privasi secara digital.

Ketua RTIK Kabupaten Indramayu, Rohmawan menyampaikan, perkembangan teknologi saat ini kian pesat sehingga hal tersebut berpotensi menimbulkan beragam tantangan terutama dalam budaya digital yang tidak hanya merambah pada orang dewasa melainkan pula pada anak-anak.

Menyikapi hal tersebut, diperlukan adanya kompetensi literasi digital yang mumpuni yang dimiliki oleh setiap individu guna menghadapi isu budaya tersebut sehingga dapat berselancar di dunia digital sesuai dengan yang etika.

Menurut Rohmawan, beberapa hal yang harus dipahami dalam menghadapi isu budaya tersebut diantaranya adalah pemahaman budaya, produk budaya, distribusi partisipasi serta kolaborasi di ruang digital.

“Seminar ini sebagai bentuk partisipasi aktif dalam upaya meningkatkan literasi digital bagi masyarakat di pedesaan, agar melek literasi digital guna mewujudkan Indramayu Bermartabat,” ungkapnya, Senin (28/8/2023).

Dalam seminar tersebut disampaikan pula materi seputar kewaspadaan terhadap penyebaran berita bohong (Hoaks) yang telah menyasar aplikasi pengiriman pesan. RTIK berpesan agar masyarakat terutama anak-anak yang mengakses dunia digital untuk tetap hati-hati dalam mengakses beragam tautan mencurigakan yang beredar pada aplikasi media sosial.

Selain itu, penggunaan etika dalam mengakses dunia digital terutama dalam bermedia sosial harus selalu mengedepankan etika serta menjaga privasi dalam penggunaan gadget dan media sosial.

“Saring beragam informasi sebelum sharing itu harus. Karena jarimu adalah harimau mu, jadi tetap selalu jaga etika walaupun di dunia digital,” pungkasnya.

(Tio)