Proyek siluman tanpa Papan plank di Kecamatan Alasa, Kontraktor diduga kangkangi UU KIP

Proyek siluman tanpa Papan plank di Kecamatan Alasa, Kontraktor diduga kangkangi UU KIP

Nias Utara Sumut Mitrapolisi.com

Proyek pembangunan jalan tanjaan ujung jembatan Alasa tepatnya di dusun II RT 02 Desa Loloana’a Kecamatan Alasa yang di perkiraan akan selesai hari ini sabtu (3/6/23) diduga sengaja menyembunyikan informasi terhadap masyarakat dengan tidak memasang papan informasi proyek, sedangkan pemasangan papan informasi proyek adalah merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan.

Menurut Amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008, Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana telah mengatur bahwa setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

Sejauh pantauan awal media Mitrapolisi.com di lokasi proyek tersebut bukan hanya tidak ada papan informasi saja, tetapi pekerjaan proyek tersebut diduga dikerjakan asal jadi, sehingga tampak terlihat seperti tanah gembur sehingga bekas roda kendaraan tampak terlihat begitu jelas.

Menyikapi hal tersebut pihak media mitrapolisi.com mencoba menggali informasi kepada salah seorang masyarakat yang rumahnya berada disekitar lokasi pembangunan, ianya mengatakan bahwa tidak mengetahui siapa kontraktornya. Juga pihak media mencoba mempertanyakan kepada salah seorang yang diduga kepercayaan kontraktor yang sedang berada di rumah warga tersebut, namun ianya mencoba berdalih dengan mengatakan tidak tau siapa pemborongnya.

“Saya tidak tahu siapa pemborongnya,” cetusnya.

Ditempat terpisah, salah seorang warga Desa Mazingo Kecamatan Alasa Talumuzoi bernama Yulimardin Zalukhu, S.Pd yang sehari-harinya melewati jalan tersebut, saat diwawancarai mengataka “Pembangunan jalan tajaan ujung jembatan Alasa tersebut sungguh di sayangkan karena pasalnya pengerjaan proyek tersebut di duga asal jadi,” Ungkapnya.

Lebih lanjut Yulimardin mengatakan, di samping pengerjaannya yang terkesan alas-asalan, juga sejak awal pembangunan jalan tersebut sampai sekarang belum pernah saya melihat adanya Papan plank proyek padahal setiap harinya saya selalu lalu lalang melewati jalan tersebut,” bebernya.

Yulimardin Zalukhu berharap, “agar pihak inspektorat Kabupaten Nias Utara segera melakukan audit karena diduga proyek tersebut merupakan ajang KKN,” harapnya mengakhiri.

(Red)