FORJAB DUKUNG LANGKAH KAPOLRI BERANTAS DEBT COLEKTOR

Mitrapolisi.com jawatengah

Tegal- Langkah Kapolri untuk memberantas tindakan Debt Kolektor atau mata elang mendapat dukungan dari Lembaga Sosial Masyarakat diantaranya Forum Jawa Tengah Bersatu yang berkantor Pusat Kabupaten Tegal.

Ketua Umum Forum Jateng Bersatu( FORJAB) ,Ali Rosidin mengatakan bahwa sikap dan tindakan Debt Kolektor atau mata elang(Matel) selama ini sudah meresahkan masyarakat bahkan tindakan mereka tidak ubahnya preman yang berlindung dibawah perusahaan leasing

” Saya setuju dengan surat edaran Kapolri untuk memberantas tindakan Debt Kolektor atau mata elang karena sudah meresahkan masyarakat dan mengarah tindak pidana yaitu merampas, menarik kendaraan leasing dengan paksa seperti dijalanan dan di rumah” terang Ali.

Sebagaimana disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan,Kalau ada Debt Collector Hendaklah Masyarakat gerebeg tangkap (catatan: serah kan ke polisi / Polres atau Polsek terdekat ujarnya .

 

Karena mereka tidak jauh beda nya dengan seperti para Begal,

Mereka termasuk melakukan pembegalan terang2an mengatasnamakan debt colector,Leasing, Tegasnya.

 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghimbau,Bagikan Informasi ini Kepada Semua Rakyat Indonesia Supaya Masyarakat Tidak di Intimidasi dan Di Teror oleh yang namanya Dept Colektor/ mata elang tegasnya.,

 

Bank Indonesia dalam Surat Edaran BI No. 15/40/DKMP tanggal 23 Sep 2013

 

Mengatur bahwa syarat uang muka/DP Kendaraan Bermotor melalui Bank minimal adalah 25% utk roda dua (2) dan 30% untuk Kendaraan roda 3 atau lebih untuk tujuan Nonproduktif serta 20% utk roda 3 atau lebih untuk keperluan Produktif. Ujarnya

 

Adapun Kementerian Keuangan telah mengeluarkan Peraturan yg melarang Leasing atau Perusaha’an pembiayaan untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yg menunggak kredit kendaraan ujarnya.,

 

Hal itu tertuang dlm Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi Perusahaan Pembiayaan yg dikeluarkan Tanggal 7 Oktober 2012.

 

Menurut UndangĀ² No 42 Tahun 1999, Fidusia adalah suatu proses mengalihkan hak milik atas suatu benda dgn dasar kepercayaan, tapi benda tersebut masih dlm penguasaan pihak yg mengalihkan

 

Fidusia umumnya dimasukkan dlm Perjanjian kredit Kendaraan Bermotor.

Kitasebagai debitur membayar biaya jaminan Fidusia tersebut. ( Red)