*BKBC (Buchori Kick Boxing Camp) yakin menyabet sabuk juara*

*BKBC (Buchori Kick Boxing Camp) yakin menyabet sabuk juara*

*BKBC (Buchori Kick Boxing Camp) yakin menyabet sabuk juara*

“Special Fight Muaythai Piala Pangdam V Brawijaya”, Sabtu-Minggu 17-18 Juni 2023 di GOR (Gelanggang Olah Raga) Hayam Wuruk Kodam V/Brawijaya Surabaya. dipastikan akan berlangsung sengit. 150 lebih petarung Muaythai dari berbagai daerah di Indonesia sudah mendaftar.

Acara timbang badan dan cek kesehatan dilaksanakan hari Jumat Pukul 13.00 – 17.00 dan Tehnical Meeting pukul 19.00.

Kejuaraan ini akan dibuka Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal Farid Makruf pada hari Sabtu 09.00 WIB dan pertandingan akan dimulai pukul 10.00.

Selain Pangdam, akan hadir Ketua Umum PB MuayThay Indonesia, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Ketua Panitia Piala Pangdam V Brawijaya sekaligus Ketua MI (Muaythai Indonesia) Kota Surabaya, Hendri Lianto serta sejumlah ketua Pengprov MI dan Pengkot MI di Jatim.

Dalam perhelatan itu Ketua Umum PJI (Persatuan Jurnalis Indonesia), Hartanto Boechori akan hadir sebagai Presiden Sasana Kixkboxing dan Muaythai Camp “BKBC” (Buchori Kick Boxing Camp). Sasananya menurunkan 3 petarung. Nita Ulul Azmi kategori kelas 60 kg Putri, Wildan Andhy Pratama kategori kelas 63,5 kg Putra dan M. Sahet kelas 60 kg Putra.

Pendiri Sasana Kickboxing BKBC (Buchori Kick Boxing Camp) dan Muaythai Camp “BKBC” itu menuturkan kepada wartawan, dirinya mendirikan Sasana Kickbong BKBC itu pada tahun 1999 bersama dengan Agus Moch. Yani yang saat ini sebagai Sekretaris Jenderal “BKBC”.

“Dalam kejuaraan Nasional Kickboxing Pertama 25 November 2000, BKBC sudah menyabet 2 gelar juara Nasional. Suwanto dan Malik”, tutur pria setengah baya yang juga Tokoh Pers Nasional itu.

Ditanya wartawan di Sasana “BKBC” yang berlokasi di Wadungasri Waru Sidoarjo, Agus Moch. Yani yang juga Kepala Pelatih BKBC meyakinkan dirinya optimis.

“Latihan yang kami terapkan punya pola unik. Saya yakin sekurangnya 2 petarung saya akan menang”,ujar pria yang lebih dikenal sebagai “Agus Jetley” itu.
(PJI/Erwanto)