Kecelakaan kerja menghilangkan Tiga orang karyawan PT.PPLi di Blok Rokan

Akibat Kecelakaan kerja, Karyawan PT PPLi di Balam Selatan hingga Tiga orang meninggal dunia.

Bangko Bakti, Mitrapolisi.com – Limbah PT. PHR Blok Rokan, yang selama ini di Kelola oleh PT PPLi, menelan Korban jiwa hingga Tiga (3) orang, informasi di ketahui pada Jumat sore (24/2/2023).

Kejadian ini pun akhirnya disorot oleh sejumlah pihak. Kasus dugaan kuat kecelakaan kerja ini menambah daftar hitam di wilayah kerja PT PHR Blok Rokan, tewasnya pekerja sejak Blok Rokan diambil alih dari tangan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) lalu diserahkan ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) pada 9 Agustus 2021 lalu.

Hingga kini Terhitung dalam delapan bulan terakhir sejak Juli 2022 hingga Jumat (24/2/2023), Blok Rokan telah menelan sebanyak 10 korban buruh migas.

Kematian 3 pekerja pada Jumat sore tadi di CMTF Balam Selatan, Kecamatan Bangko Pusako, Rokan Hilir melambungkan nama PT. PPLI.

PPLI merupakan singkatan dari Persada Pamunah Limbah Industri.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (DPD A -PPI) Rokan hilir M Sakti Sitanggang, turut angkat bicara dalam Hal kejadian yang memilukan ini, menurut nya ada kemungkinan besar dugaan yang tidak sesuai standar operasional prosedur ( SOP) dalam kinerja yang di terapkan oleh PT PPLi di lapangan saat operasional, sehingga dapat menimbulkan resiko kecelakaan kerja yang mengakibatkan pekerja meninggal dunia akibat diduga  ke cembur ke dalam Kontainer  Penampungan Limbah PT. PHR itu saat di kelola PT.PPLi,Hingga tiga orang pekerja kehilangan Nyawa.

Ketiga pekerja yang tewas diduga merupakan karyawan dari perusahaan tersebut PT PPLi, Berdasarkan foto-foto jenazah pekerja yang telah beredar luas, para korban mengenakan seragam bertuliskan PPLI, informasi ini di himpun dari berbagai warga, sebab pihak PT.PPLi yang bersangkutan tidak dapat memberikan informasi saat di hubungi via telepon dan atau WhatsApp nya, hingga berita ini di siarkan pihak Polsek Bangko Pusako Polres Rokan hilir juga masih belum dapat memberikan keterangan apa penyebab yang pasti.

Dilansir dari laman website perusahaan ppli.co.id, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) merupakan perusahaan yang telah lama berdiri sejak puluhan tahun lalu. Fokus bisnisnya berkaitan dengan limbah. Meliputi layanan pengumpulan, daur ulang, pengolahan, dan pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) serta limbah non-B3.

Sebanyak 95% saham PPLI dimiliki oleh DOWA, sementara 5% dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. PPLI merupakan anak perusahaan dari DOWA Eco-System Co. Ltd., perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan lingkungan dan daur ulang, dan sepenuhnya dimiliki oleh DOWA Holdings Co. Ltd.

Grup ini telah berdiri sejak tahun 1884 sebagai perusahaan pertambangan dan peleburan logam di Jepang, dan sekarang berfokus pada daur ulang sumber daya, pengelolaan limbah, perbaikan tanah, dan konsultasi lingkungan.

PPLI memiliki klien di berbagai sektor. Antara lain perusahaan minyak dan gas, perusahaan layanan minyak dan gas, perusahaan pertambangan, industri pulp dan kertas, industri tekstil, industri plastik, industri kimia, mesin, dan logam, industri otomotif, industri elektronik, barang konsumsi, industri makanan dan minuman, industri kesehatan dan perhotelan, serta pemerintah dan layanan umum lainnya.

 

Dalam situs resminya, PPLI dipimpin oleh Yoshiaki Chida sebagai Presiden Direktur. Sementara, Bayu Setyawan sebagai Direktur Migas dan Logistik, Machmud Badres sebagai Penasihat Eksekutif, Ilham Malik sebagai Komisaris, Yurnalisdel sebagai General Manager Sales Industrial, Hiroki Eto sebagai Direktur Keuangan, Tetsuya Yumoto sebagai Direktur Operasional, Syarif Hidayat sebagai Penasihat Eksekutif, Elpido sebagai General Manager Teknis dan SHEQ, serta Tinus Garnida sebagai General Manager Administrasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga pekerja tersebut jatuh ke dalam kontainer limbah. Foto-foto yang beredar mengungkap penampakan jenazah ketiga pekerja sudah mengapung di dalam kontainer berisi cairan beracun.

( Tim A -PPI Rohil)